Aktivitas belajar mengajar di sekolah sering kali menghasilkan limbah kertas berupa bekas ujian, sisa fotokopi, hingga arsip lama. Berangkat dari kondisi tersebut, Guru Seni Budaya bersama siswa SMP Negeri 2 Pamekasan menginisiasi program PAESTA (Paper Aesthetic Transformation Karya-karya Siswa).
Program PAESTA berfokus pada pengolahan kembali limbah kertas menjadi berbagai bentuk karya seni bernilai tinggi, seperti hiasan dinding berbentuk kaligrafi, relief zentangle, kolase, hingga patung mini. Dimulai dari masa uji coba pada Agustus 2025 dan penerapan penuh pada Semester Ganjil (November 2025), siswa mendapatkan pelatihan teknik dasar melipat, merobek, menempel, hingga membentuk tekstur kertas.
Selain mengurangi penumpukan sampah di lingkungan sekolah, PAESTA menjadi sarana efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan keterampilan seni. Karya-karya estetik hasil olahan siswa tersebut juga dipamerkan dalam pameran mini sekolah serta dipublikasikan sebagai portofolio kreatif peserta didik.